Pasien Wajib Tahu Proses Operasi Jantung Bypass

By | 27 Mei 2015

Proses Bedah Operasi Jantung Bypass (Operasi Jantung Koroner)

Operasi jantung bypass dilakukan untuk membuat rute baru (disebut sebagai “bypass”) untuk aliran oksigen dari darah ke jantung. Hal ini dilakukan ketika penyakit arteri koroner (dikenal dengan nama “penyakit jantung koroner”) menyumbat sebagian atau seluruh bagian arteri (arteri adalah pembuluh darah kecil yang mensuplai jantung dengan nutrisi dan oksigen) yang mengarah ke jantung. Ketika arteri koroner tersumbat maka jantung tidak memperoleh asupan darah yang cukup, suatu kondisi yang disebut penyakit jantung koroner, dan yang dapat menyebabkan nyeri dada yang parah (disebut angina). Beberapa penyakit arteri koroner dapat diobati dengan obat jantung koroner saja, namun jika sudah akut atau parah memerlukan operasi bypass jantung koroner.proses bedah operasi jantung bypass

Penyakit jantung atau serangan jantung dapat terjadi dalam beberapa kondisi:

  • Jaringan ikat yang mengelilingi sel-sel jantung menjadi begitu padat menyebabkan sel-sel jantung mengalami kematian karena kekurangan oksigen.
  • Serangan angina dapat terjadi berarti terdapat pengasaman dan oksigenasi rendah yang menghancurkan otot-otot jantung.
  • Membran basal kapiler dan arteri tersumbat dan tidak bisa memasok oksigen ke jantung.
  • Pembekuan darah menggumpal yang menyumbat dan melukai pembuluh darah, masuk ke jantung dan menghambat pasokan oksigen. Hal seperti ini juga dapat menyebabkan penyakit stroke.

Sebelum melakukan operasi jantung bypass pasien diberikan obat bius, yang membuat mereka tidak sadar dan tidak dapat merasakan sakit. Efek obat bius akan bekerja selama waktu operasi dilakukan. Sebagian besar orang yang melakukan operasi bypass jantung koroner akan dipasang pompa bypass atau mesin bypass jantung-paru yang berfungsi menggantikan kerja jantung ketika jantung berhenti selama operasi jantung bypass berlangsung. Juga mesin sirkulasi darah dan pemompa oksigen. Metode lain dari operasi jantung koroner tidak menggunakan mesin, melainkan membiarkan bypass membuat jantung tetap berdetak (disebut Off-pump coronary artery bypass).

Setelah pasien tidak sadar, dokter bedah memotong sayatan sepanjang 10 inci di tengah dada (dalam kasus operasi jantung robot, terdiri dari tiga sayatan sangat kecil, bukan satu sayatan besar). Kemudian, tulang dada dipisahkan untuk memungkinkan ahli bedah dapat melihat jantung dan aorta (pembuluh darah utama yang mengarah keluar dari jantung). Dokter bedah penyakit jantung akan mengambil arteri atau vena dari bagian lain tubuh pasien dan menggunakannya untuk membuat transplantasi (jalan memutar) di sekitar daerah arteri yang tersumbat.vena saphena dari kaki untuk operasi jantung bypass Umumnya vena saphena dari kaki yang digunakan, sebuah insisi dibuat di sepanjang bagian dalam kaki antara pangkal paha dan pergelangan kaki untuk memotong vena, kemudian dijahit ke arteri koroner pada salah satu ujung dan pangkal di aorta pada lainnya. Terkadang arteri mamaria interna yang terletak di dada digunakan untuk pencangkokan, ini memiliki keuntungan karena salah satu ujung arteri ini sudah terhubung ke aorta, sehingga hanya satu ujung lainnya yang perlu dijahit ke arteri koroner. Setelah transplantasi dilakukan, tulang dada pasien disambung kembali dengan kawat (akan tetap berada dalam tubuh) dan sayatan ditutup.

Seluruh proses operasi jantung bypass membutuhkan waktu tiga sampai enam jam, setelah itu pasien dibawa ke unit perawatan intensif rumah sakit. Biasanya beberapa tabung dipasang di dada pasien untuk mengeringkan cairan di daerah jantung. Ada juga mungkin tabung fleksibel yang disebut kateter dipasang pada kandung kemih untuk mengalirkan urin, dan infus untuk asupan cairan. Monitor terus memberikan informasi tentang tanda-tanda vital pasien seperti bernapas, suhu, dan nadi. Biasanya pasien boleh meninggalkan unit IC setelah 24 jam pasca operasi jantung bypass, dan dipindahkan ke unit perawatan rutin untuk pemulihan kesehatan. Umumnya pasien menghabiskan sekitar satu minggu di rumah sakit, dan memerlukan empat sampai enam minggu untuk pasien mulai merasa lebih baik.

share yaa...Share on Facebook141Share on Google+0Tweet about this on TwitterFlattr the authorPrint this page

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *