Kardiomiopati – Otot Jantung Lemah atau Jantung Bengkak

By | 20 Desember 2015

Apa itu penyakit jantung lemah atau jantung bengkak?

Sering kita mendengar istilah penyakit jantung lemah ataupun jantung bengkak pada pasien dengan masalah kardiovaskular. Lalu apa itu penyakit jantung lemah atau jantung bengkak? Apa penyebab dan gejala-gejalanya? Kata Kardiomiopati berasal dari awalan “kardio” berarti jantung, kata “miopati” berarti otot yang rusak. Jantung kita sebenarnya merupakan organ yang terbuat dari otot. Kardiomiopati adalah kelainan dari otot jantung dan sering berakhir dengan gagal jantung, dan merupakan penyebab signifikan kematian mendadak pada orang muda.

Jantung adalah inti dari sistem kardiovaskular. Sistem kardiovaskular terdiri dari jantung dan pembuluh darah yang berfungsi membawa darah ke seluruh tubuh. Jantung terletak di sebelah kiri bagian tengah dada kita, yang memiliki ukuran sebesar ukuran kepalan tangan kita sendiri, dan bekerja sebagai pompa. Darah membawa nutrisi dan oksigen yang diperlukan sel-sel tubuh untuk energi, dan juga membawa limbah tubuh untuk dibuang.ukuran jantung sebesar ukuran kepalan tangan

Jantung dibagi menjadi empat bagian yang disebut bilik. Bilik dipisahkan oleh septum, dinding tebal. Dua bilik atas disebut atrium, berfungsi menerima darah yang masuk ke jantung. Kedua bilik bawah disebut ventrikel, berfungsi mengirim darah keluar dari jantung.

Jantung berisi sistem pemompaan kiri dan kanan. Sistem pompa sisi kiri terdiri dari atrium kiri dan ventrikel kiri. Atrium kiri menerima darah yang mengandung oksigen yang berasal dari paru-paru. Setiap kali kita menarik napas, paru-paru memindahkan oksigen ke dalam darah. Memindahkan darah beroksigen dari atrium kiri ke ventrikel kiri. Ventrikel kiri mengirimkan darah yang mengandung oksigen keluar dari jantung untuk dialirkan ke seluruh tubuh Anda.

Sistem pompa sisi kanan jantung terdiri dari atrium kanan dan ventrikel kanan. Atrium kanan menerima darah terdeoksigenasi, darah yang telah mengalir ke seluruh tubuh dan tidak lagi berisi oksigen tingkat tinggi. Darah terdeoksigenasi mengalir dari atrium kanan ke ventrikel kanan. Ventrikel kanan mengirimkan darah ke paru-paru di mana ia menerima oksigen ketika kita bernapas.

Penyebab Jantung Lemah atau Jantung Bengkak (Kardiomiopati)

Kardiomiopati dapat terjadi karena beberapa sebab, diantaranya infeksi virus, serangan jantung, alkoholisme, tekanan darah tinggi, kelainan struktur jantung, dan kelainan jantung bawaan lahir. Kekurangan gizi dan kondisi medis tertentu, seperti lupus, penyakit celiac, dan penyakit ginjal stadium akhir dapat menyebabkan jantung lemah atau jantung bengkak.

Kardiomiopati (Jantung Lemah atau Jantung Bengkak) terbagi atas tiga tipe, yaitu: Kardiomiopati dilatasi (Dilated cardiomyopathy), Hipertrofi kardiomiopati (Hypertrophic Cardiomyopathy), dan Kardiomiopati restriktif (Restrictive Cardiomyopathy). Kardiomiopati dilatasi ditandai oleh ventrikel kiri membesar dan tidak berfungsi dengan baik. Otot-otot jantung kanan dan kiri berbeda ukuran pada hipertrofi kardiomiopati. Sedang pada kardiomiopati restriktif, otot jantung tidak rileks antara detak jantung dan tidak bisa diisi dengan darah yang cukup.

Kardiomiopati dilatasi (Dilated cardiomyopathy)

Kardiomiopati dilatasi adalah suatu kondisi dimana kemampuan jantung untuk memompa darah menurun karena bilik utama pompa jantung, ventrikel kiri, membengkak dan melemah. Dalam beberapa kasus hal ini mencegah jantung bekerja rileks dan dialiri darah sebagaimana mestinya. Seiring waktu, hal itu dapat mempengaruhi bilik jantung lainnya. Pembesaran atau pembengkakan jantung yang ditandai oleh dilatasi ventrikel dengan sedikit hipertropi diakibatkan terjadi kerusakan myosit. Kerusakan myosit terjadi karena faktor genetic, gangguan metabolisme, inflamasi, dan toxin. Dalam banyak kasus ini bersifat idiopathic, namun terkadang berhubungan dengan toksisitas alcohol, viral myocarditis, dan juga mutasi gen tertentu.

Hipertrofi kardiomiopati (Hypertrophic Cardiomyopathy)

jantung lemah / bengkak hipertrofi kardiomiopatiHipertrofi kardiomiopati adalah tipe kompleks penyakit jantung yang mempengaruhi otot jantung. Hal ini menyebabkan penebalan otot jantung (terutama ventrikel, atau bilik jantung melorot), kekakuan ventrikel kiri, perubahan katup mitral dan perubahan seluler. Hipertrofi kardiomiopati merupakan kondisi genetik yang disebabkan oleh perubahan atau mutasi pada satu atau lebih gen dan diteruskan melalui keturunan. Anak dari seseorang penderita penyakit ini memiliki kemungkinan 50% mewarisinya.

Kardiomiopati restriktif (Restrictive Cardiomyopathy)

Kardiomiopati restriktif adalah bentuk paling umum dari jantung lemah atau jantung bengkak, suatu kondisi yang ditandai dengan ukuran normal rongga ventrikel kiri dan fungsi sistolik tetapi dengan peningkatan kekakuan miokard. Hal ini membuat ventrikel tidak beraturan dan gagal berkontraksi terutama di awal diastol. Hal ini sering dikaitkan dengan peningkatan tekanan atrium kiri, dilatasi atrium dan kadang-kadang aritmia.

Gejala Jantung Lemah atau Jantung Bengkak (Kardiomiopati )

Gejala jantung lemah maupun jantung bengkak dapat terlihat dari banyak gejala. Diantaranya pasien mungkin merasa sesak napas, yang mungkin menjadi lebih buruk ketika pasien berbaring terlentang. Pada malam hari, pasien mungkin terbangun karena tiba-tiba merasa sesak napas. Kemungkinan pasien mengalami angina (nyeri dada). Pasien akan merasa jantung berdetak lebih cepat, mungkin merasa nyeri atau tekanan di dada bagian tengah, merasa lelah, lemah, atau pusing. Pergelangan kaki, kaki, atau perut bisa membengkak. Ada yang mengalami tekanan darah naik, batuk, dan kehilangan nafsu makan. Ada yang buang air kecil lebih sering di malam hari, dan mungkin jarang buang air kecil di siang hari. Selalu merasa was-was atau sulit untuk berkonsentrasi. Merasa tubuh tidak dalam kondisi fit atau lemah secara keseluruhan.

Diagnosa

Seorang dokter dapat mendiagnosa kardiomiopati setelah meninjau riwayat kesehatan pasien dan melakukan pemeriksaan fisik dan beberapa tes lainnya. Pemeriksaan tekanan darah, dan pemeriksaan jantung dan paru-paru dengan stetoskop. Tes darah dapat dilakukan untuk mengetahui kondisi jantung pasien.

Dokter mungkin melakukan tes kardiovaskular untuk memeriksa penurunan fungsi jantung (jantung lemah) dan pembesaran jantung (jantung bengkak). Menempatkan sinar-X di dada, magnetic resonance imaging (MRI) scan, atau computed tomography (CT) scan dapat digunakan untuk membuat gambar jantung pasien. Ekokardiogram menggunakan gelombang suara untuk menghasilkan gambar jantung pasien pada monitor. Elektrokardiogram (EKG) digunakan untuk merekam aktivitas listrik jantung dan mendeteksi irama jantung yang abnormal. Angiografi koroner dapat dilakukan dengan kateterisasi jantung. Kateterisasi jantung dilakukan dengan cara memasukkan sebuah tabung/selang kecil panjang melalui pembuluh darah kearah jantung untuk melihat bagaimana fungsi jantung dan arteri koroner bekerja. Zat pewarna dan sinar-X digunakan untuk menampilkan gambar dari jantung dan arteri koroner. Diagnosa jantung lemah dengan EKG

Pengobatan Jantung Lemah atau Jantung Bengkak

Pengobatan untuk jantung lemah atau jantung bengkak (kardiomiopati) tergantung pada jenis dan tingkat keparahan kondisi pasien. Kardiomiopati dapat diobati dengan perubahan pada pola makan dan obat-obatan, atau terapi obat herbal jantung bengkak. Untuk pasien dengan jantung yang sudah sangat lemah mungkin memerlukan alat pacu jantung atau operasi untuk mempertahankan fungsi jantung sampai menemukan donor untuk transplantasi jantung.

Faktor Risiko

Jantung lemah atau jantung bengkak dapat terjadi karena beberapa faktor. Orang dengan riwayat serangan jantung, tekanan darah tinggi yang parah dan tidak terkendali, atau alkoholisme beresiko besar untuk terserang jantung bengkak. Kardiomiopati sering menyerang orang yang memiliki riwayat keluarga penyakit ini. Infeksi, kekurangan nutrisi, sistemik lupus eritematosus, penyakit celiac, dan penyakit ginjal stadium akhir juga dapat meningkatkan risiko untuk terserang kardiomiopati.

Komplikasi

Kardiomiopati merupakan suatu kondisi jangka panjang, namun bisa berubah menjadi lebih buruk dalam waktu cepat. Jantung lemah atau jantung bengkak dapat menyebabkan detak jantung tidak teratur, gagal jantung, dan kematian. Jika Anda mengalami nyeri dada yang tidak hilang atau gejala gagal jantung, Anda harus segera ke Rumah Sakit.

share yaa...Share on Facebook99Share on Google+0Tweet about this on TwitterFlattr the authorPrint this page

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *