Hipertensi Atau Tekanan Darah Tinggi

By | 7 Juni 2015

Penyebab dan Pengobatan Hipertensi atau Tekanan Darah Tinggi

Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan nama tekanan darah tinggi tidak menyebabkan orang untuk memiliki temperamen pendek seperti kebanyakan yang orang pikirkan. Sebenarnya, tekanan darah tinggi atau hipertensi tidak memiliki gejala apapun.hipertensi atau tekanan darah tinggi Tahun 2007, Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Balitbangkes menyebutkan penderita hipertensi di Indonesia telah mencapai 31,7% dan di tahun 2013 perkiraan sekitar 32%. Studi menunjukkan bahwa sekitar 3 dari 4 penderita hipertensi tidak menyadari kondisi mereka atau tidak merasakan adanya gejala. Jadi hanya 25% dari penderita hipertensi atau tekanan darah tinggi yang terdiagnosis, dan hanya 1% penderita yang mengkonsumsi obat untuk menurun tekanan darah. Hipertensi jika tidak diobati dapat menyebabkan penyakit jantung, kerusakan ginjal atau stroke. Alasan-alasan inilah mengapa hipertensi dijuluki sebagai silent killer atau pembunuh berdarah dingin. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah Anda memiliki hipertensi adalah pemeriksaan tekanan darah secara teratur. Meskipun telah dilakukan penelitian intensif dan mengeluarkan biaya yang banyak, namun menentukan penyebab pasti dari hipertensi masih sulit dipahami.

Dokter hanya mampu menentukan penyebab spesifik dari hipertensi atau tekanan darah tinggi sekitar 90 sampai 95 persen dari semua kasus. Untuk jenis hipertensi yang diberi label sebagai hipertensi primer atau hipertensi esensial, meskipun penyebab pasti dari hipertensi ini belum diidentifikasi, namun para peneliti telah mampu menemukan ciri-ciri umum dari penderita hipertensi primer.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi primer hanya terjadi pada orang dengan asupan harian garam yang melebihi 5,8 gram. Keturunan dan ras juga sebagai faktor penyebab, hal ini terbukti dalam 30 persen dari kasus yang diteliti. Orang dengan riwayat keluarga hipertensi memiliki dua kali lebih mungkin untuk terserang tekanan darah tinggi. Hipertensi masih sebagai salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia. Sebagian besar subjek tes menunjukkan terjadi peningkatan kekakuan atau resistensi arteri perifer penderita. Kekakuan ini berkaitan dengan faktor genetik, obesitas dan kurang olahraga, konsumsi garam berlebihan dan usia tua.

Sekitar 5 sampai 10 persen dari kasus hipertensi atau tekanan darah tinggi yang dapat dikaitkan dengan beberapa penyebab spesifik yang disebut hipertensi sekunder. Penyakit kronis ginjal, pil kontrasepsi oral, tumor kelenjar adrenal, penyalahgunaan alkohol kronis dan koarktasio aorta diketahui sebagai penyebab hipertensi sekunder. Koarktasio aorta merupakan penyebab paling umum dari hipertensi sekunder pada anak-anak.

Dokter belum mampu menemukan obat untuk hipertensi atau tekanan darah tinggi primer, tetapi mereka telah dapat menentukan perawatan yang mungkin menurunkan tekanan darah ke tingkat yang akan mencegah komplikasi hipertensi. Hipertensi sekunder dapat diatasi dengan mengobati penyebab utamanya. Bagi penderita hipertensi ringan atau sedang yang tidak memiliki gangguan pada jantung atau ginjal, bisa mempertimbangkan untuk perubahan dalam pola hidup. Perubahan ini termasuk mempertahankan berat badan yang sehat, menurunkan kadar garam yang dikonsumsi, berhenti merokok dan mengurangi konsumsi alkohol. Beberapa dokter menyarankan untuk latihan aerobik selama 20 menit setidaknya 3 sampai 4 kali dalam seminggu. Pola makan sehat untuk diet hipertensi yang telah terbukti menurunkan tekanan darah adalah diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension). Pola makan sehat dari studi klinis DASH, yang dibiayai oleh National Institutes of Health (NIH). Diet ini terdiri dari buah-buahan, sayuran dan makanan susu rendah lemak. Diet ini rendah kolesterol dan lemak; tinggi kalsium, kalium, magnesium dan protein. Cara lain yang mungkin dipertimbangkan adalah teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, terapi biofeedback dan hipnosis.diet DASHPenderita hipertensi sedang atau berat mungkin harus mengkonsumsi salah satu dari banyak obat yang telah dikembangkan untuk mengobati hipertensi atau tekanan darah tinggi. Obat ini termasuk beta-blocker, diuretik, calcium-channel blockers dan angiotensin converting enzyme (ACE) inhibitor. Orang dengan gagal jantung, diabetes, atau asma harus menggunakan beta-blocker dengan hati-hati. Jika Anda memiliki gagal jantung, penyakit ginjal, atau diabetes, maka Anda harus menggunakan ACE inhibitor. Untuk hipertensi yang lebih parah mungkin memerlukan kombinasi dari dua atau lebih obat ini. Obat ini harus dikonsumsi setiap hari karena obat ini hanya mengontrol dan tidak menyembuhkan hipertensi.

Saat ini telah ada obat alternatif untuk tekanan darah tinggi atau hipertensi yaitu ICP Capsule (Innovative Cardiotonic Pills). Obat tradisional cina yang dikenal dengan istilah TCM (Traditional Chinese Medicine) ini merupakan obat herbal alami dengan bahan dasar tumbuh-tumbuhan. Khasiat utama dari ICP Capsule adalah membersihkan lemak/plak yang menyumbat pembuluh darah. Penyumbatan pada pembuluh darah dapat menyebabkan penyakit jantung koroner, stroke, hipertensi atau tekanan darah tinggi, diabetes dan kolesterol.

share yaa...Share on Facebook10Share on Google+0Tweet about this on TwitterFlattr the authorPrint this page

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *