Apa Itu Penyakit Diabetes Atau Kencing Manis

By | 25 Mei 2015

Jenis Penyakit Diabetes dan Faktor Risiko Penyebab Diabetes

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada dekade sebelumnya penyakit diabetes hanyalah penyakit biasa, baik di negara maju sekalipun. Tetapi berbeda cerita untuk sekarang. Diperkirakan lebih dari 143 juta orang di seluruh dunia terkena penyakit diabetes saat ini. Angka ini bisa terus meningkat hingga pada tahun 2020 diperkirakan akan mencapai lebih dari 220 juta orang akan hidup dengan diabetes, jika kecenderungan yang terjadi saat ini terus berlanjut.

Pada November 2013, Indonesia telah masuk 10 negara terbesar penderita diabetes di dunia dengan jumlah penderita sebanyak 8,5 juta orang. Penderita di negara lain seperti Cina posisi pertama terdapat 98,4 juta jiwa, India (65,1 juta jiwa), dan Amerika (24,4 juta jiwa). Angka penderita penyakit diabetes di Indonesia terus meningkat, “Hari ini, 9,1 juta penduduk Indonesia hidup dengan diabetes,” ujar Profesor Nam Cho, Ketua International Diabetes Federation untuk kawasan Asia Pasifik (IDF-WPR), dalam pernyataan untuk disiarkan pada peringatan Hari Diabetes Dunia, pada 14 November 2014 lalu. Diperkirakan pada tahun 2035 akan ada sekitar 14,1 juta penduduk Indonesia yang menderita penyakit diabetes, sebuah angka yang cukup menakutkan.

Di negara-negara maju, sebagian besar penderita penyakit diabetes adalah orang yang berusia diatas enam puluh tahun, tetapi di negara-negara berkembang, diabetes banyak ditemukan menyerang orang yang tergolong berusia muda.

Apa Penyakit Diabetes Itu?

Penyakit Diabetes Mellitus (yang dikenal diabetes) berasal dari kata Yunani “Diabeinein”, yang berarti “tembus atau pancuran air” menggambarkan kecing berlebihan, dan Mellitus dari bahasa Latin yang berarti “manis seperti madu”. Gabungan kedua kata menandakan kecing manis atau gula dalam urin.

Penyakit diabetes adalah penyakit di mana kondisi tubuh tidak memproduksi atau mengfungsikan insulin. Insulin adalah hormon yang diperlukan untuk mengontrol tingkat kadar gula, pati dan makanan lain yang kemudian diubah menjadi glukosa yang dibutuhkan tubuh sebagai energi untuk kehidupan sehari-hari. Hormon ini diproduksi dan dilepas ke darah oleh organ yang disebut Pankreas. insulin membantu menjaga kadar gula darah agar selalu dalam kisaran normal. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan antara 60 – 100mg/dl sebagai kisaran yang normal. (Sebelum memakan makanan apapun untuk hari itu, maka nilai ini disebut Glukosa Darah Puasa). Dalam kondisi sehat, sekalipun dalam situasi yang menuntut glukosa berbeda namun glukosa darah jarang melebihi nilai ini.
Setelah makan, fungsi hati menyimpan glukosa dari makanan sebagai glikogen kemudian melepas ke dalam darah di antara waktu makan. Peran insulin adalah pengontrol saat penyimpanan dan pelepasan glukosa, untuk memastikan jumlah glukosa dalam darah pada waktu tertentu tidak di bawah atau melampaui kisaran normal.

Jenis Jenis Penyakit Diabetes/ Kencing Manis

Menurut WHO, terdapat 5 jenis diabetes, yaitu:
1) Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) atau Penyakit Diabetes Tipe 1
2) Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) atau Penyakit Diabetes Tipe 2
3) Gestational Diabetes
4) Diabetes Insipidus
5) Bronze Diabetes (Hemochromatosis)

gejala penyakit diabetes

Insulin Dependent Diabetes Mellitus (IDDM) atau Diabetes Tipe 1
Penyakit diabetes tipe 1 ini awalnya disebut diabetes Juvenile karena menyerang kaum remaja dan orang dewasa berusia muda. Hal ini disebabkan kegagalan pankreas secara tiba-tiba untuk memproduksi insulin. Hal ini menyebabkan penyakit akut, memberi rasa haus yang tidak normal, poliuria (kencing berlebihan), diuresis dan penurunan berat badan. Penderita diabetes tipe 1 masih jarang, kurang dari 10% dari semua penderita diabetes.

Non Insulin Dependent Diabetes Mellitus (NIDDM) atau Diabetes Tipe 2
Penyakit diabetes tipe 2 adalah jenis yang paling umum dari diabetes, terhitung lebih dari 80% dari semua penderita diabetes. Paling banyak ditemukan menyerang orang dewasa dan orang tua. Penyakit diabetes tipe 2 berkembang secara bertahap dalam jangka waktu yang panjang (penderita tidak menyadari) dan ditandai oleh insulin kerja pendek, kekurangan insulin pada darah atau ketidakmampuan tubuh untuk memanfaatkan resistensi insulin. Karena terjangkitnya lama dan bertahap, sebagian besar penyakit ini tidak terdeteksi sampai muncul komplikasi dengan penyakit lain.

Tidak seperti di Penyakit diabetes Tipe 1, Insulin dalam darah penderita diabetes tipe 2 mungkin terlihat normal atau bahkan tinggi, akan tetapi tidak memiliki efek normal karena resistensi insulin, dan umumnya ini terjadi pada orang gemuk.

Gestational Diabetes
Penyakit diabetes tipe ini sering terjadi pada masa kehamilan dan tiga minggu setelah melahirkan akan menghilang. Diperkirakan 3% dari seluruh kehamilan disertai dengan diabetes gestasional dan hampir setengah dari pasien tersebut rentan terserang diabetes permanen di kemudian hari.

Diabetes Insipidus
Penderita Penyakit diabetes Insipidus akan buang air kecil (kencing) berlebihan dan rasa haus yang ekstrim disebabkan tidak memadainya ADH hormon hipofisis (hormon antidiuretik, juga disebut vasopressin) atau kurangnya respon normal ginjal untuk ADH.

Ada dua jenis diabetes insipidus, yaitu: sentral dan nefrogenik. Diabetes insipidus sentral adalah kurangnya produksi ADH dan karena kerusakan pada kelenjar hipofisis atau hipotalamus di mana ADH diproduksi. Penyakit diabetes insipidus nefrogenik adalah kurangnya respon dari ginjal terhadap hormon antidiuretik. Diabetes insipidus nefrogenik dapat disebabkan oleh penyakit ginjal (seperti penyakit ginjal polikistik), obat-obatan tertentu (seperti lithium), dan juga dapat terjadi karena kelainan bawaan.

Pada kedua penyakit diabetes insipidus sentral dan nefrogenik, penderita mengeluarkan volume urin/kecing yang luar biasa besar dan sangat encer. Merasa haus dan minum dalam jumlah sangat besar untuk mengganti kehilangan air mereka dalam urin. Bahaya utama diabetes insipidus ialah ketika asupan cairan tidak mampu mengganti pengeluaran urin akan mengakibatkan dehidrasi dan natrium darah tinggi.

Bronze Diabetes (Hemochromatosis)
Bronze Diabetes adalah suatu kondisi di mana tubuh menyerap kelebihan zat besi dari makanan.
Kondisi ini disebabkan oleh gen yang rusak dan dapat menyebabkan kerusakan bertahap ke sejumlah organ. Bronze Diabetes kadang-kadang disebut sebagai hemochromatosis karena dapat menyebabkan penggelapan kulit dan hiperglikemia.

Apa Penyebab Diabetes

Sama seperti hipertensi (tekanan darah tinggi) dan penyakit tidak menular lainnya, tidak ada kejelasan pasti penyebab-penyebab yang dapat dikaitkan dengan diabetes jenis yang paling umum (diabetes tipe 1, diabetes tipe 2 adalah penyebab kedua kegagalan pankreas). Namun, beberapa faktor diketahui dapat memicu meningkatnya kemungkinan seseorang terkena diabetes dan ini biasanya disebut faktor risiko. Misalnya, masyarakat yang malas dan bertubuh gemuk memiliki kemungkinan yang lebih besar terserang diabetes tipe 2 dibanding masyarakat yang aktif dan bertubuh ramping dari ras yang sama.faktor penyebab diabetes

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena diabetes

OBESITAS
Diperkirakan bahwa tiga perempat (¾) dari penderita penyakit diabetes tipe 2 disebabkan obesitas. Gaya hidup malas dan gemuk cenderung lebih mudah terkena diabetes. Diyakini bahwa mengurangi berat badan sampai 10kg akan mengurangi kadar gula darah puasa sampai 50md/dl. Pola hidup sehat dengan sering olahraga dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi risiko.

Standar internasional untuk mengukur kelebihan berat badan dan obesitas didasarkan pada nilai disebut INDEKS MASSA TUBUH (IMT). Nilai ini diperoleh dengan membagi berat badan dengan kuadrat tinggi badan.

IMT = Berat badan (Kg) / Tinggi2 (Meter).
Untuk orang dewasa, IMT kurang dari 25kg m2 lebih bagus.
25-29kg/m2 dianggap telah kelebihan berat badan dan diatas 30kg/m2 sudah merupakan obesitas.

RIWAYAT KELUARGA
Riwayat keluarga diabetes meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit ini. Dalam situasi seperti ini, sangat penting menjalani pola hidup sehat dan rutin melakukan pemantauan kadar gula darah.

UMUR DAN RAS
Kebanyakan penderita penyakit diabetes tipe 2 memiliki umur diatas 40thn. Namun, proporsi peningkatan risiko penyakit ini dengan usia lebih tinggi bagi mereka yang memiliki riwayat keluarga diabetes, obesitas dan mungkin orang-orang dengan pola hidup tidak teratur. Selain itu, diabetes cenderung lebih umum di kalangan orang Afrika, Afrika Amerika, Latin, penduduk asli Amerika dan Asia.

share yaa...Share on Facebook20Share on Google+0Tweet about this on TwitterFlattr the authorPrint this page

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *